Analisa Struktur Modern

Saya sejak tahun pertengahan study Teknik Sipil, biasa menggunakan software aplikasi SAP. Pada saat itu masih SAP90 yg berjalan pada platform DOS, input yang diperlukan masih text berbentuk data blok. Software tersebut saya gunakan untuk perbandingan baik buku referensi sebagai pembanding, maupun hasil perhitungan tangan/sendiri. Menurut saya program aplikasi analisa struktur yg menggunakan metoda elemen hingga (FEM) merupakan pendekatan yg baik dalam memprediksi perilaku struktural, dapat meneyelesaikan masalah struktural yang rumit (jika pengguna memepunyai kemampuan). Sampai kemudian sekitar tahun 2001 saya dapatkan SAP2000 berjalan pada platform Windows. Banyak program sejenis telah dibuat seperti STAAD, ETABS, SANS, MicroFEAP, FElt, OpenSEES, IDARC2D, LUSAS, Code_Aster etc yg pada dasarnya mampu melakukan analisa struktur linear elastik dengan lement Truss, Beam/Frame, Plane Stress/Strain, Plate, Shell atau Brick/Solid bahkan ada software yg lebih dari itu yaitu memperhitungan pengaruh nonlinearitas bahan dan geometrinya.
Sebenarnya diwaktu study saya hanya mendapatkan pengantar saja mengenai analisa struktur dengan metode element hinga untuk element plate dan brick/solid. Namun untuk elemen plate/shell, referensi perencanaan pelat beton bertulang dengan metoda portal eqivalen, sedangkan untuk elemen solid/asolid merujuk pada penyelesaian klasik distribusi tegangan penampang yang sudah saya dapatkan. Yah, itu sesuatu hal yg menyenangkan ketika saya melakukan konvergensi/perbandingan. Pergi ke perpustakaan kampus, mencari artikel kadang memphotocopy pada lembar yg saya anggap penting kemudian kembali ke kost nyalakan komputer lawas/butut saya yg monitornya agak hijau karena rusak, ya CPU jenis Cyric MII 333MHz RAM 64Mb dengan HD 1,8G sudah dapat saya jalankan Windows98 dengan SAP2000 V7 dan AutoCAD2000, terimakasih Tuhan saya sudah dikenalkan komputer walaupun OS DOS & Windows (kemana si pinguin LINUX?) ko’ saya saat itu tidak tahu.
Pada akhir study saya mempelajari dan membahas aplikasi FEM pada perencanaan struktur gedung beton bertulang, itu bukan sesuatu hal yg baru namun saya berencana mengulas perhitungan analisa struktur dengan style(cara pandang) saya sendiri berdasarkan berbagai rujukan.

Pada tahap tersebut berdasarkan apa yg saya dapatkan, hal-hal yang perlu diperhatikan adalah :

  • Keputusan untuk melakukan analisa 2D atau 3D, seberapa perlu ?
  • Distribusi gaya dalam akibat gempa dengan analisa dinamis (Respons Spectrum)
  • Pengaruh eksentrisitas Massa terhadap titik berat gedung, pembebanan gempa perlu ditinjau terhadap 100% dan 30% tegak lurusnya (dapat diketahui dari metode kontur Bresler’s)
  • Faktor Pembesaran Momen pada portal bergoyang (P-Delta global dan lokal)
  • Pelat dua arah ( Column/Middle Strips ) representasi kekakuan kolom/balok
  • Pengaruh Live Load Pattern dgn metode catur/berseling, baik pada perencanaan pelat lantai, balok.
  • Torsi pada pelat tangga layang atau putar (Mx,My,Mxy)
  • Pengaruh Rigid Zone Offset pada pertemuan balok-kolom
  • Pondasi diatas medium elastis, penentuan kekauan spring berdasarkan Soil Subgrade Modulus ( tensionless spring )
  • Balok Sloof perlu direncanakan untuk dapat menyalurkan beban terpusat, momen dan torsi dari kolom yg menumpunya
  • Distribusi tegangan pada balok tinggi (Deep Beam), konsekuensi thd perencanaan
  • Kontrol geser 1 arah & 2 arah (punching shear) pd perencanaan pelat beton
  • Distribusi tegangan pada sambungan profil baja (Yield Criteria, Friction Coeff)
  • Perencanaan tumpuan kuda-kuda baja terhadap tarik, momen tak terduga
  • Perencanaan rangka atap akan menjadi efisien dan efektif hasilnya bila direncanaan dgn tumpuan sendi-sendi atau mungkin keduanya jepit sebagian (partial fixity).
    … etc
About these ads
Explore posts in the same categories: Sipil/Struktural

82 Comments on “Analisa Struktur Modern”

  1. SYAFI' UDDIN Says:

    pak. barangkali ada file tentang perhitungan struktur mulai dari pondasi sampai kuda-kuda kalau boleh saya minta dong pak dikirim ke emailku di tsi_qoh99@yahoo.com trimx

  2. syont Says:

    file apanya ya, input or output? program analisa struktur yg mana? atau yg anda maksud contoh gitu? mendingan cari text book aja lebih lengkap dari mana asalnya angka2 tersebut. ketimbang saya mungkin kurang lengkap dlm penyampaian. ok..

  3. irma aswani Says:

    Salam kenal pak.
    Saya irma, tertarik dengan penggunaan SAp 2000
    Yang masih bingung kadang ada contoh perhitungan dengan memasukkan sloof, tetapi ada juga yang tidak.
    Jika maksud dari sloof adalah bagian dari pondasi tiang, bagaimana caranya dalam sap 2000
    Terima kasih sebelumnya

  4. syont Says:

    kalo menrut saya untuk analisis statik beban gravitasi lebih baik masukin model sloof, lalu tambahkan jenis analisa setlement untuk meninjau gya yg terjadi balok sloof/lantai maupun kolomnya. Sedangkan untuk analisa beban gempa dinamis penjepitan lateral terletak pada titik sloof.
    Pemodelannya tidak ada yg berbeda khusus keculi pada differential setlement. masukin aja dari defleksi ijin (batasan dinding nonstruktur retak2) yg nilainya berkisar (1/500) dari lebar B (Lx) atau L (Ly) –> jarak antar kolom terbesar.
    thx …

  5. irma aswani Says:

    Terima kasih atas komentarnya
    Kalo SAP 2000 bisa ga yah diinstall di windows vista
    Saya pernah nyoba tapi ga bisa

  6. syont Says:

    just call the vendor.

  7. ary Says:

    Ada Gak punya ebook perhitungan struktur?

  8. halomoan Says:

    To Irma aswani
    Kalo SAP 2000 bisa ga yah diinstall di windows vista
    Saya pernah nyoba tapi ga bisa
    “software non-original gak bisa di install di win. Vista, klu tetap mo coba ganti aja pake XP” silakan mencoba

  9. Dian Says:

    Selamat Pagi.
    Pak saya minta bantuannya, sekarang saya sedang menempuh skripsi “Perencanaan Gedung Bertingkat” Mohon jika Bapak punya contoh perhitungan Pondasi sampai Kuda – kuda baja kirim ke email saya……Boleh Pak. Terima Kasih…..

  10. syont Says:

    apa yg membuat sdr lebih ingin tahu contoh perhitungan dari saya yg banyak kemungkinan jauh ga lengkap dibanding text book, diktat dosen atau koleksi skripsi sejenis yg tersedia di perpus tmpat anda kul??

    struktur baja atau beton ?? beberpa perhitungan beton/baja sih ada, namun apakah sesuai dgn jenis gedung yg dihitung pda skripsi sdra?? kebanyakan contoh perhitungan itu 2daPoint sesuai dgn keadaan yg didesain. jadi ga mempertimbangkan keadaan atau variasi lain.

    skripsi perencanaan sih kalo gedungnya masih umum/biasa maka dgn beberpa buku referensi sudah cukup, namun perlu dgn pmahaman batasan/asumsi dll.

    skripsi saya jumlahnya sekitar 600 halaman, itupun lembar input/output program ga diprint tapi dlm bntuk CD. besarnya file puluhan mega, … sorry i have no time to upload.thx

  11. zacky Says:

    salam kenal pak.
    saya mahasiswa yang akan nyusun skripsi
    saya punya beberapa prtanyaan:
    1.denah struktur gedung segi 8 sama sisi apakah bisa di pisah-pisah menjadi portal 2D ataukah harus di desain sebagai struktur gedung 3D?Mohon penjelasannya!
    2. untuk desain struktur gedung 3D memakai SAP2000 atau StaadPro, input beban lateral akibat gempa diletakkan dimana? apakah di sebar merata pada join-join balok-kolom masing-masing lantai atau hanya terpusat pada pusat kekakuan masing-masing lantai!
    terima kasih

  12. syont Says:

    Gedung dengan layout kolom denah segi 8 menurut sya ngga bisa ditinjau secara 2D terutama akibat beban lateral, karena posisi balok yg membentuk suatu kemiringan terutama portal dekat tepi. balok tsb ngga tegak lurus dgn balok portal yg akan ditinjau, jadi kalo mau tetap analisa 2D perlu represntasi kekakuan translasi/rotasi blok tsb.
    Beban gempa yg ditinjau secara statis atau dinamis ? gimana dgn void, kalo gedung regular ditinjau statis dan void kecil tidak berpengaruh maka beban gempa statis didistribusikan tiap titik pertemuan balok dgn kkauan lateral(kolom) mengikuti konsep lumped mass. Kalo gedung irregular yg ditinjau statis, maka dibuat rigid floor kemudian dikerjakan beban ekivalen akibat eksentrisitas mass/stiffness. kalo dimanis, program akan menghitung secara otomatis (CSi,1998) coba check/bandingkan aja sndri pada gedung yg anda desain. thx

    • jelis Says:

      salam kenal pak,
      saya mahasiswa pak ingin menanyakan kepada bapak tentang perhitungan beban gempa dengan dinamik ekivalen pada bangunan tidak teratur pak. Saya minta bantu pak, kalu bisa dikirim contoh perhitungannya ke email aku.
      Terima kasih banyak..

  13. LINA Says:

    pak saya bisa ndak mintaq tolong dihitungkan analisa struktur bangunan 4 lantai dengan SAP, bagaimana caranya agar saya bisa memberikan gambaran yang mau dihitung ke saudara?trus kelanjutannya saya pengen belajar banyak tentang SAP

  14. zacky Says:

    Menanggapi penjelasan bapak, saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan lagi:
    1. Saya masih bingung dengan syarat gedung beraturan di SNI-03-1726-2002, di point ke-2 SNI gempa menyatakan bahwa syarat gedung beraturan: “Denah struktur gedung adalah persegi panjang tanpa tonjolan dan kalaupun mempunyai tonjolan, panjang tonjolan tersebut tidak lebih dari 25% dari ukuran terbesar denah struktur gedung dalam arah tonjolan tersebut”. sedangkan gedung yang akan saya tinjau adalah segi 8 tanpa tonjolan, meskipun ada void namun eksentrisitasnya tidak terlalu besar dan prosentase void tidak lebih dari 15%. mohon penjelasan, bapak!
    2. Beban yang akan saya tinjau adalah statis, tetapi karena adanya eksentrisitas akibat void, analisis beban lateral (gempa) akan saya tinjau secara dinamis (pake analisa modal) kemudian di statik ekivalenkan.
    3. Bila kekakuan lateralnya di susun oleh kolom dan dinding geser yang ditinjau secara 3D, beban gempa statisnya di distribusikan dimana? di pusat massa tiap lantai atau di tiap titik pertemuan balok dgn kkauan lateralnya? apakah menggunakan program sap2000 bisa otomatis di distribusikan prosentase yg di terima kolom dan yg diterima dinding geser?
    terima kasih

  15. syont Says:

    Peraturan tersebut dimaksudkan untuk bentuk ideal bangunana tahan gempa, ditujukan untuk bentuk pesegi dgn tonjolan misal jadi bentu T atau L porsi tonjolannya dibatasi. kalo yg anda desain khan regular segi 8 tanpa pengaruh void, jadi apa hubungannya dgn persyaratan peratural tsb??
    akibat adanya eksentristisa akibat void atau selisih kekauan lateral (shearwall) maka menjadikan distribusi beban gempa tiap portal berbeda. dapat dilakukan secara statis atau dinamis 3D, jadi kalo hanya dilakukan analisa dinamis 2D ngga mewakili keadaaan, karena yg ditinjau bukan distribusi beban gempa tiap portal namun hanya tiap lantai pd portal yg ditinjau saja.
    kalo pke opsi rigid diapraghma (Muli Point Constraint) iya besarnya beban gempa yg diterima sebanding dgn eksentrsitas dan kekauan lateralnya.namun sya belum melakukan banyak perbandingan pada khasus khusus.coba sdr bandingkan sendiri juga, coba sdr lakukan sndri perbandingan analisa 3d dinamis dgn 3d statis.

  16. sabiq Says:

    pak, kalau boleh saya minta file yang ada perhitungan perencanaan gedung yang menggunakan SAP 2000. Kalau misalkan ada, bisa gak bapak kirim ke email saya?

  17. arief Says:

    Pak, saya mau tanya.
    Bagai mana cara mendesain suatu plat beton bertulang yang bentuknya tidak teratur?
    Dan bagaimana pendistribusian beban yang diterima plat menuju pembebanan balok pada kasus plat yang tidak simetris ini?
    Sebelumnya terima kasih banyak atas bantuannya pak…
    Oh ya, mungkin bapak juga bisa membantu dalam referensi buku / artikel yang bisa digunakan dalam menyelesaikan kasus ini.
    Terima Kasih Pak…

  18. syont Says:

    bentuk tidak teratur gimana maksudnya ? masih segi empat namu tidak orthogonal
    bentuk sembarang. kekakuan lentur semua balok penumpu sama perbedaan ngga signifikan? Prinsipnya sih hitung dulu beban total yang bekerja lalu dibagikan kesisi penumpunya, tarik garis 45 or 60 drjt tergantung kekakuan balok trus hubungkan titik pertemuannya. dari situ diketahui luasan daerah 1s/d4. beban yg diterima balok itu sedanding dgn prosentase daerah luasannya, jika ingin mencari beban per unit panjang gunakan persamaan. Buku referensi ngga banyak ada juga dari Lecture Notes sya lupa dimana link nya. Mengenai validitas, bandingkan dgn model FE full besarnya selisih nya tergantung model yg ditinjau.

  19. Wawan Says:

    pak, saya mau tanya
    bagaimana cara perhitungan beton sederhana untuk bangunan rumah (Rencana Anggaran biaya)

  20. syont Says:

    It’s not my dailly works, tapi kadang ketemu juga “when the engineer meet materials cost”. kalo saya dipisah dulu, type balok, kolom, pelat lantai, dinding. trus tiap bagian itu di breakdown : begesting(m2), Cor beton(m3), Pembesian (kg) termasuk overlap&support. Tiap element tersebut tahap perhitungan berat pembesian berbeda, masing2 spesifik. Kalo tkat lanjut ke RAB (cost) saya biasanya dikasih standar Analisa Satuan sama Estimate nya, kalo harga satuan upah dan bahan tergantung lokasi kata Estimate tsb :) beliau yg tentuin. itu aja yg bs sya jwab, pake spreadsheet bisa lebih cepet kerjanya.

  21. welki Says:

    aku mau bergabung

  22. diogo Says:

    saya banyak nbelajar dari anda semuanya tentang analisah struktur ,terutama struktur beton bertulang

  23. syont Says:

    banyak belajar dari saya? dari mana yah… disini kan cuman catatan kecil aja, ga detail.. or anda dr mna??

  24. eko Says:

    salam engineer…
    Pak, dalam desain gedung 3D saya sering menemui beberapa engineer tidak memasukkan
    tangga ataupun beban tangga dalam desain..Apakah hal itu dibenarkan..? Dalam kenyataannya memang gedung hasil desain tersebut terbukti aman terhadap gempa..!
    Mengapa bisa demikian Pak?
    Thanks 4 your advice..

  25. syont Says:

    desain dimana yah?? plafond gypsum yg berat <10 kg/m2 aja harus dimasukkan apalagi tangga yang berat gitu, tangga beton beratnya bisa 5-10ton per bh.
    “Terbukti aman” itu kurang jelas. untuk tangga jenis biasa dgn balok penumpu pd bordes atau tangga layang? konfigurasi pada denah dan portal bagaimana?

    aman terhadap gempa? anda berdiri bersama puluhan org rapat pd tangg tsb saat terjadi gempa :) hmm.. aman pd struktur tangga atau portal keseluruhan? memang ada kontribusinya. kekakuan tangga yang tidak dimasukkan pada analisa. asumsinya hanya massa akibat tanga, separuh ke lantai bawah dan separuhnya lagi ke lantai diatasnya. dan lagi pembesian tangga yg mungkin dibuat over design.

    btw, gedung mana sih yg anda sdg tinjau?

  26. YUDA Says:

    pak, saya sedang memiliki tugas tentang perhitungan momen pada plat 2 arah menggunakan metode portal ekuivalen hingga penulangannya?
    saya ingin bertanya
    1ahapan tahapannya bagaimana pak?
    2. saya butuh referensi,kira2 apa yang memuat tentang perhitungan momen pd plat dengan menggunakan metde portal ekuivalen tersebut pak?

    terima kasih sebelumnya

  27. syont Says:

    tahapan apa ya? yg keliahatn khusus sih kekakuan lentur kolom dan tambahan akibat tahanan torsi balok tegak lurusnya.
    referensi? bukunya dari KMTS UGM ada tuh bagus, lengkap desian SNI-91, penulisnya sya lupa. ada juga bukunya Bpk. Gunawan&Margaret yg Struktur Beton terbitan DeltaTeknik cuman dalam desain pake PBI-71 tapi gak masalah yg dicari khan moment design. bukunya MacGregor juga khusus ngebahas ini dlm satu bab.

  28. yuda Says:

    pak, saya sedang memiliki tugas tentang perhitungan momen pada plat 2 arah menggunakan metode portal ekuivalen hingga penulangannya?
    saya ingin bertanya
    1. tahapan tahapannya hingga penulanggannya bagaimana pak?
    2. saya butuh referensi,kira2 apa yang memuat tentang perhitungan momen pd plat ddeengan menggunakan metde portal ekuivalen tersebut pak?

    terima kasih sebelumnya

  29. yuda Says:

    mksUd saya, perbedaannya dengan perhitungan menggunakan PBI 71 itu terletak dimananya pak??

    Kan Jika pada portal ekuivalen kita temukan kekakuan balok dan plat dulu, setelah itu apa pak yang kita hitung untuk menemukan momen designnya???

  30. syont Says:

    ya jelas beda konsep desain betonnya. PBI menggunakan Working Stress Design (unfactored loads) kalo SNI pake Ultimit Limit States (factored loads). dilihat dari situ moment design nya jelas keliatan beda yg satu sudah terfaktor dan lainnya belum, gitu..

  31. Erim Says:

    Salam Kenal,

    Thanks

  32. Erim Says:

    Dear Bpk. Syont,

    Klo boleh saya mau minta pedapat anda, dalam pemodelan struktur gedung bertingkat mengunakan SAP 2000 atau Etabs, dimanakah sebaiknya kita asumsikan perletakan nya(apakah di lantai paling bawah atau di pile cap nya)? yang ke dua, apakah sloof nya juga dimodelkan? Terimakasih.

  33. syont Says:

    Tinjauab beban gravitasi atau lateral, jenis pondasi ? kalo yg ditinjau beban gravitasi dan jenis pondasinya dalamseperti pancang jenis bearing. Penjepitan terletak pada center pile cap. posisisi sloof (t.o.gb) biasanya diatas pile cap (t.o.p) jadi ikut dimodelkan plus beban dinding atau dari pelat jika type suspended. Menrurt sy Different setlement untuk pondasi pancang type bearing biasanya kecil dan dapat diabaikan.
    Kalo yg ditinjau beban lateral seperti gempa,banyak faktor yg mempengaruhi penentuan penjepitan lateral tersebut diantaranya, jenis pondasi dalam/dangkal, layout dan jarak antar sloof, ada tidaknya slab on ground. Biasanya sih penejepitan lateral tersebut terletak pada titik sloof, kalo ditentuin di titik pile cap or footplate itu reliable ngga ya??

  34. yt Says:

    pak, mungkin bpk punya file ttg tangga dgn struktur tangga iwf dgn anak tangga kayu, bisa tlg dikirimin ke e-mail saya .

  35. syont Says:

    sorry, sy gak punya file CAD yg detailnya.

  36. erna Says:

    pak, mungkin bpk punya file ttg rumah dan perhitungan,bisa tlg dikirimin ke e-mail saya, makasih

  37. syont Says:

    maksudnya perhitungan struktur gitu, bedanya rumah sama gedung apa? kalo untuk keseluruhan memang jarang buku yg kasih contoh bareng. Namun khan bisa digabungkan beberapa buku beton, baja, kayu, pondasi lalu injau rumah/gedung yg mau anda desain. sesuaikan keadaan spesifiknya thd standar procedure perhitungan, aduh sya jadi bingung mau jelasin gimana ‘coz sy ga thu bentuk,jenis struktur, keadaan tanah dasar, dll dari rumah yg anda maksud.

  38. mocca Says:

    pak, saat ini saya sedang merancang skripsi saya mengenai plat dua arah menggunakan metode portal ekuivalen..

    ada bebarapa poin dri maksud skripsi saya yang kiranya mohon diberi ulasan oleh bapak atau para engineer dalam blog ini..

    1. apakah benar jika metode portal ekuivalen pada flat plate menggunakan balok sebagai asumsi untuk peletakan tulangan plat nantinya?
    2. jika saya ingin membandingkannya dengan analisa pelat dua arah menggunakan PBI 71 dengan balok sebagai penumpunya dengan maksud saya di atas,apakah bisa pak?
    3.apakah perbedaan yang mendasar nantinya pada analisa perbandingan tsb pak?

    mohon bantuan dan sedikit ulasannya pak..

    terima kasih banyak

  39. syont Says:

    flat plate ada asumsi balok, gimana ya? ada juga kekakuan rotasi arah tegak lurusnya. Dibandingin dgn metode koefisien PBI71, gimana caranya? ngga bisa karena kekakuan yg mrupkan fungsi tebalnya sama (concentrate reinf, stress redistribution ? kyaknya ngga nguber). perbedaan yg keliatan bgt, cara koefisien ngga ada column strip trus lagi untuk jenis flat slab yg beamless ga keliatan klo geser pons nya dtinjau.. ga bisa dibandingin krna ngga sebanding :)

  40. mocca Says:

    jika saya ingin tetap membhas tentang metode portal ekuivalen terhadap skripsi saya, apa ya pak yang harus saya lakukan…

    apakah dengan membandingkan dengan metole lajur pada pelat dua arah..

    atau saya merencanakan sendiri denah kolom plat yang sesuai dengan batasan2 yang ada pada metode Direct Design Method, lalu saya analisis..

    mohon bapak beri saya saran…

    terima kasih bnyak pak…

  41. syont Says:

    kalo tujuan anda ngebahas EFM itu apa? kalo cuman buat pembanding mulai aja dgn pelat 2ways yg ada baloknya, hbeam>4tslab, perbandingan Ly/Lx < 2, spans lbih dri 3bh, etc. trus bandingin dgn cara koefisien tabel Marcus/PBI atau DDM tadi, cuman yg cara koef itu bagian middle strip yg dihitung per m’ width, jadi column strip ngga keliatan brpa, cuman dipasang As_min tegak lurusnya, trus lagi tinjau kontribusi momen ke baloknya.
    Kembali ke pertanyaan awal, skripsi anda ngebahas Metode Portal Equifalen dlm desain slab itu untuk tujuan apa?? seharusnya khan udh tau dari awal pas ngajuin proposal.

  42. agung Says:

    saya punyakerjaan..site persegi pxl = 14 x 12…ada ruangan bebas kolom bentang 8 m…kolom yg dipakai pipa baja

    pertanyaan : cara nentukan ukuran pipa baja tersebut bagaimana?
    cara nentukan ukuran baloknya bagaimana
    apakah ada rumus empirisnya?…

    terima ksaih atas kesediaan bapak untuk menjawab pertanyaan ini

  43. syont Says:

    ga ada empirisnya kalo gya tebak ada :) … krna untuk kasus gitu banyak variabel yg mempengaruhi seperti, lokasi, tinggi&jarak kolom, spans, roof slope jenis atap yg digunakan, model bangunan open or ngga dll. kalo sy ngapain bikin empiris yg pdkatan ksar trus lagi dipusingkan sma variable yg banyak tsb, 2dapoint aja cara analitis sesuaikan dgn keadaan sebenarnya (material, geometry, beban) lebih yakin gitu.
    thrims jga.

  44. mocca Says:

    …cuman yg cara koef itu bagian middle strip yg dihitung per m’ width, jadi column strip ngga keliatan brpa, cuman dipasang As_min tegak lurusnya,….

    maaf pak,jika mrepotkan..
    maksud dari ptanyaan bapak, bagaimana??

    tujuan dari prposal awal saya adalah dari perbandingan menggunakan PBI 71 tadi saya ingin melihat berapa besar kebutuhan tulangan yang dibutuhkan oleh kedua metode tersebut.Lebih efisien yang mana??

  45. syont Says:

    “…ada bebarapa poin dri maksud skripsi saya yang kiranya mohon diberi ulasan oleh bapak atau para engineer dalam blog ini..
    1. apakah benar jika metode portal ekuivalen pada flat plate menggunakan balok sebagai asumsi untuk peletakan tulangan plat nantinya?
    2. jika saya ingin membandingkannya dengan analisa pelat dua arah menggunakan PBI 71 dengan balok sebagai penumpunya dengan maksud saya di atas,apakah bisa pak?

    tujuan dari prposal awal saya adalah dari perbandingan menggunakan PBI 71 tadi saya ingin melihat berapa besar kebutuhan tulangan yang dibutuhkan oleh kedua metode tersebut.Lebih efisien yang mana??…”

    maaf sy ga maksud.. terutama di “perbandingan” sama “efisien”. cba tanya lsg pembimbing sdr skripsinya mau diarahkan kmna??, ok thx.

  46. mocca Says:

    Maaf, pak kalau saya merepotkan bapak..
    saya hanya ingin meminta pendapat bapak..sebagai ilmu untuk saya..

    dosen pembimbing saya ingin skripsi saya membandingkan perhitungan plat dari suatu denah gedung..
    analisa pertama saya menghitung dengan PBI 71 dan dibandingkan dengan metode portal ekuivalen dengan denah yang sama..

    say bingung apakah bisa seperti itu mengingat kedua metode itu memiliki bnyak perbedaan,dimana kebanyakan pada perhitungan metode PBI 71 memiliki balok anak pada perencanaan plat dan balokya sedangkan yang saya tahu metode EFM tidak dapat menghityung pelat dua arah jika terdapat balok anak..
    padahal jelas saya yidak bisa menghilangkan balok anak jika saya menggunakan metode EFM…
    maaf jika banyak yang saya tanyakan..
    namun apakah maksud dari dosen saya dapat saya jadikan suatu permasalahan struktur..
    mohon sekali pendapat bapak..

  47. syont Says:

    iya bisa dijadikan prmslhan, paste aja abstraksi & keyword dari skripsi anda dsni.. biar sy bsa liat btasan dan ksih masukan, dan mungkin jga reff (online)

  48. hasan mahsul Says:

    terlebih dahulu saya mohon maaf pak…..sy cm inggin minta tlng..bisa g’ bapak krm contoh perhitungan struktur 3D yang dua tingkat dengan mengnkan sap2000,karena saya inggin mendalami sap2000,klo bisa tlng bpk krm ke e-mail saya……….terima kasih…..

  49. syont Says:

    … udah byak dibhas di buku2 terbitan, klo masih kurang jelas coba kontak penulisnya lsg.thx

  50. Fa Says:

    Salam “PH” (Prima Harapan Cs)

    Punk, aq meh ngitung pondasi mesin. Beban mati mesin kira-kira 25 ton. Nah mesin itu kan bergetar, maksud aku asumsi untuk beban akibat getaran tsb gmn? terus pemodelan dari beban akibat getaranne piye? mumet aku cah!

    Tq Choy!

  51. syont Says:

    hey ‘Ried, lama ngga kliatan lagi ada dimana? msih Sumatera. wah kasusnya sara nih :) bawa2 kos kita jaman kul.
    Lagi dapaet kerj desain pondasi mesin yah, wah sdh expert dong Anstruk Dinamik nya, itu emeng rumit Ried… aku kadang nemuin juga client dari japan tapi sdh ada desainnya aku cuman ngitung tulangan susut untuk meton masa dan kebutuhan pancangnya. lagian ‘coz aku pikir juga ngga familiar dgn karaktersitik mesinnya, org mesin lebih ngerti gmana cara kerja tuh mesin, jenis forging, trimming, hammer, etc. berapa rpm max nya, brpa kekuan pegas kakinya, brpa toleransi penurunan pondasi, pernah ngobrol aja kalo tuh berat min pondasinya sendiri 2x berat mesin. Pondasinya jadi emang gede bgt ada yg sampe 400ton beratnya. Kalo diliat dari detail mesinnya sih tuh mesin disangga spring, terus baseplate yg diangkurkan ke mass foundation. Kalo aku ketemu gituan sih aku bakalan ubek bukunya M. Paz, mesin dianggap kaku sehingga pergerakan menjadi rigid body dianalisa 2D. ni juga ada kayak guide gitu dari Engineers Research bagus ada pengatar sama design example, ntar aku cari dulu.
    Kalo lu mang masih mumet :) sini aku bantu ngitung, tapi kalo dah clear jgn lupa traktir yah, kirim aja tuh sket mesin plus spec teknisnya, IA ak bisa :) oya tarktirnya di Hik angkringan yah tapi gak perlu ke jawa, kemarin2 aku liat di daerah pinggiran JakSel ada. ok c u ..

  52. riko Says:

    Mas. Syont
    kasih contoh simple untuk mencari pusat massa dan kekakuan dengan memanfaatkan output SAP2000.

    oya , pada grafik respon spektrum gempa ada tanah lunak, keras dan sedang, data apa yang diperlukan tuk menentukan jenis tanah lunak, keras dan sedang?

  53. syont Says:

    Pake output SAP2k sy ga biasa, dri mana yah…? biasa sih manual: kekauan lateral EI/L kolom thd sb.X dan sb.Y didapat koordinat Center of Stiffness (C.S), weight/gravity thd 2sb juga didiapat Center of Mass (C.M). Pengeleompokkan tanah nya jenis lunak, sedang atau keras dari Kons Geotechnical nilai N-SPT nya brpa.

  54. riko Says:

    Mas Syont , mau matiin lagi nih…
    jika pada kedalaman
    kedalaman 0-2 m >>>>> NSPTnya 4
    kedalaman 2 – 4 m >>>>>NSPTNYA 10
    kedalaman 4-6 m >>>>>NSPTnya 13
    kedalaman 6-8 m >>>>>NSPTnya 36
    kedalaman 8-10m >>>>>NSPTnya 44
    kedalaman 10-12m>>>>>NSPTnya 50,

    kalo saya design pondasi dalam nya pada kedalaman >10m, maka struktur tersebut berada pada jenis di atas tanah keras atau di atas tanah lunak pada grafik respon spektranyanya?

    makasih ya , mas …

  55. syont Says:

    masuk kategori tanah keras, thx

  56. riko Says:

    terima kasih

  57. Viko Says:

    Bagaimana cara mendesain jembatan pelengkung dengan panjang bentang 70 m, struktur dari beton

  58. Elisio Says:

    Halo….Saya Elisio,Pak kalo ada turtoria sama program sapnya tolong kirim ke email saya dan tolong kirimkan contoh tentang perhitungan suatu sturktur lengkap soalnya saya ingin jadikan sebagai referensi untuk skipsi saya.Bantu saya ya pak……..

    Elyo,Timor Leste

  59. syont Says:

    ini sya bantu :) semua ada disini,

    http://www.ce.utexas.edu/prof/williamson/ce381p/downloads.htm

    kalo yg terakhir ngga maksud definisi lengkap yg dimaksud,struktur apa? di textbook biasanya sdh ada kan.

  60. rohmat Says:

    dengan hormat,
    penjelasan dari bpk amat singkat, tolong di kasih tutorial dari awal hingga akhir khusus untuk perencaan gedung bertingkat banyak, sejauh mana aplikasi SNI gempa terhadap perencanaan dan bagaimana cara memasukkan data gempa sesuai SNI ke software etabs (salah satunya).
    trimakasih.rohmat,

  61. syont Says:

    standar SNI ngga ada di ETABS atau SAP,perlu modifikasi pada bagian tertentu (user overwrites).Final perlu verifikasi bikin sendiri design report sesuai SNI. Desain beton yg mendekati algorithm nya ACI or NZS (EQ Resistant Design), untuk desain baja digunakan AISC-LRFD, sedangkan untuk gempa UBC97, general loads ASCE 7. “but The codes its too complex to simplify”
    Jadi software cuman tool tapi ngebantu banget tuh :) kalo tulisan sya aplikasinya ngga simple bisa posting disini, kayaknya perlu bikin buku gitu yah … bakalan ratusan lembar.

  62. SIGIT Says:

    Dengan Hormat

    Pak mau minta tolong tentang Analisa dinamis dengan Etabs. Saya udah masukin kurva respons spektrum sesuai dengan lokasi gempa dan jenis tanah nya yang ada di sni gempa ke dalam “response spectrum functions” yang ada di etap. selanjutnya saya bingung dengan dengan angka angka yang mesti kita masukin ke dalam “response spectrum cases”. Mohon pencerahan pak, untuk keperluan skripsi.

    Terimakasih
    Sigit

  63. syont Says:

    respons spectrum case data, hanya ada satu input angka penentu disitu. keliatannya anda krg pham perlu balik lagi ke perhitungan tangan, kalo ngga anda khan lagi skirpsi kebetulan tuh ya minta aja dosen pembimbing kasih step-by-step analisa gituan. gimana, dah tercerahkan ya :) trims

  64. SIGIT Says:

    Dengan Hormat

    Satu angka penentu itu apa sama dengan besaran grafitasi ya pak (9.81). Kita isi dari dua arah. Mohon pencerahanya biar lebih terang.

    Terimakasih
    Sigit

  65. syont Says:

    iya tergantung satuan yg anda tentukan apa, lihat peraturan gempa untuk menentukan besaran tsb dan arahnya.ada dua cara, ditentukan dahulu atau dihitung di belakang.trims

  66. hendra Says:

    selamat malam.

    Nama saya hendra ginting dan saya punya 1 pertanyaan untuk mas.

    1. Bagaimana cara memodelkan pier,pilecap,tiang pancang sekaligus dalam analisa jembatan pada sap2000 v.11

    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terima kasih.

    • syont Says:

      gabungan pemodelan struktur dgn pondasinya masuk kategori Soil Structure Interaction (SSI) expert itu, kalo mau real perlu data tanahnya lalu generate p-y, t-z curve tiap lapis tertentu. Apply @ interval nodes of piles, analisa jenis nonlinear actually sya blum kesitu cuman ada prosedurnya sma hasil perbandingan (in/ex cludes SSI)dari publikasi.

      Kalo lebih sederhana namun sdah memperhitungkan kekakuan tumpuan pondasi pile, pake representasi pegas rotasi dan translasi yg besarnya tergantung jumlah dan konfigurasi piles.

      Kalo representasi piles dgn element frame dan tanah dgn element plane stress or solid pake SAP2000 ga tau itu buat representasi interfaces nya gimna, mungkin pake gap/links element.

  67. indra Says:

    salam kenal bapak…saya mau nyak ni..gmn caranya menghitung data respons spektrum untuk wilayah 6 di tanah keras.karna saya bigung bagimana memasukkan datanya pada ETBAS….Trimaks kasih ya pak,………….

  68. topan Says:

    siang pak..

    kalo boleh minta tolong, aku mo minta contoh perhitungan portal 3d frame untuk struktur baja pada sap2000 mulai dari kuda2, balok, kolom sampai ke pondasi.. trus minta referensi buku donk untuk perhitungan sap2000 yang langsung ke aplikasinya, jd bukan yang pengenalan tentang sap2000.. kalo boleh kirim ke emailku aja…

    makasih sebelumnya

  69. deo Says:

    siang pak,

    kalo bole mau tanya, gimana cara menghilangkan efek gempa pd sap 2000 ?? karena sy mau hitung kekuatan kolom wf akibat gaya vertikal aja, soalnya sap 2000 pasti menyertakan efek gempa tersebut yg mengakibatkan kolom wf yg seharusnya kuat terhadap gaya vertikal menjadi tidak kuat terhadap gaya vertikal, thanks atas sarannya pak…

    • syont Says:

      “…soalnya sap 2000 pasti menyertakan efek gempa tersebut…”

      ngga maksud, khan tool gimana user menentukan. kalo gempa di SAP2000 secara default ngga memasukkan, kalo analisa ragam getar iya.

      lagipula cara menghitung beban gempa ada 3 macam di sap2000 yg anda maksud yg mana??

  70. eko Says:

    pak,ada g contoh perhitungan mencari pusat massa dan pusat rotasi untuk struktur tidak beraturan?dan bagaimana pengaruh struktur tersebut terhadap beban gempa?

    • syont Says:

      pusat rotasi?? maksudnya pusat kekakuan ya.. begini gempa dianggap bekerja 100% dan 30% tegak lurusnya, itu jika beraturan. akibat bentuk yg tidak beraturan atau mass/stiffness yg tidak uniform akan ada eksentrisitas antara center mass dan stiffness yg menimbulkan puntir(twisting), lalu puntir tersebut akan didistribusikan eqivalen tiap titik kolom sebanding dgn kekakuan dan jaraknya ke pusat.

  71. ryan bdg Says:

    Pak saya lagi mengerjakan TA mengenai Voided SLab bagaimana menurut bapak permodelannya jika di maksukkan ke SAP

    • syont Says:

      analisa slab beton yg berlubang (void) untuk beban merata saja akan ada konsentrasi tegangan daerah sudut maka untuk meshing perlu diperhalus daerah sudut tsb. selain itu akan ada pengaruh puntir pd slab Mxy yang besarnya tergantung kondisi batas (tumpuan dan beban) perlu ditinjau seberapa besar, apakah kecil dan dapat diabaikan sehingga cukup ditinjau penulangan akibat momen arah utama saja (X&Y) atau tidak. Silahkan perbandingkan juga dgn program khusus untuk itu yaitu SAFE, keadaan slab dgn void merupakan salah satu kenapa ada opsi penulangan berdasarkan metode Wood-Armer.

      Bagus itu buat TA apalagi disertai programming nya, sya akan coba bantu (depending on my freetime) dgn syarat yg cukup sederhana kirim scan lbr pengesahan dan softcopy proposal anda ke inbox sya di gmail,trims.

      tapi topik tetep dibahas di blog ini biar yg lain juga baca, tanya atau mungkin bisa kasih masukan buat yg sdh expert disitu.

  72. deo Says:

    pak,
    bagaimana cara mematikan efek gempa/goyang pada sap 2000 v.10, jadi saya hitung cuman akibat beban vertikal saja, bukan akibat dari efek gempa/goyang, soalnya akibat efek gempa ini, batang yang seharusnya kuat menjadi “tidak kuat ” akibat efek ini.terima kasih

  73. Stanny Says:

    bagaimana mas cara menginstal software CSI etabs nonlinear V8? kok dilayar hanya muncul uninstal terus?

  74. tiar Says:

    mas, bisa gak kita menggunakan material beton untuk struktur kuda-kuda? klo kita gunakan program sap2000 untuk mendesain, elemen batangnya dianggap balok atau kolom??


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: