SAP2000 – Perbedaan Faktor Reduksi Kekuatan ACI318 vs SNI91

Perbedaan Peraturan Perencanaan Beton Bertulang SK SNI T15-1991-03 dengan ACI 318-99. Pada penggunaan program SAP2000 untuk perencanaan struktur beton bertulang secara default faktor reduksi kekuatan dengan peraturan ACI 318-99 ditentukan sebagai berikut.

phisni91vsaci318.jpg

Keterangan :
- The strength reduction factor for bending and tension. phi = 0,9
- The strength reduction factor for axial compression when phi = 0,7
the member has tie reinforcement.
- The strength reduction factor for axial compression when phi = 0,75
the member has spiral reinforcement.
- The strength reduction factor for shear. phi = 0,85

Nilai tersebut diatas sama dengan peraturan ACI 318-71 seperti dijelaskan oleh R. Park dan T. Paulay (1971) yang menyatakan “ … value recommended by the ACI 318-71 code are :
- Flexure, with or without axial tension, or axial tension phi = 0,9
- Flexure with axial compression, or axial compression :
If spirally reinforced phi = 0,75
otherwise (tied) phi = 0,7
- Shear and torsion. phi = 0,85

Ketidak pastian kekuatan bahan terhadap pembebanan dianggap sebagai faktor reduksi kekuatan f. Nilai tersebut ditentukan pada SK SNI T15-1991-03 sebagai berikut :
- Untuk beban lentur tanpa gaya aksial phi = 0,8
- Untuk gaya aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur phi = 0,8
- Untuk gaya aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur
Jika menggunakan sengkang biasa phi = 0,65
Jika menggunakan sengkang spiral phi = 0,7
- Untuk gaya geser dan torsi. phi = 0,6
Kolom bertulang simetris yang dibebani gaya aksial rendah ( Pu LessThan 0.1 f’c Ag, boleh ditingkatkan dari phi = 0,65 menjadi phi = 0,8.

Pengguna SAP2000 perlu meperhatikan perbedaan faktor reduksi kekuatan phi tersebut. Prosedur perencanaan struktur beton betulang antara peraturan ACI 318-99 pada umumnya adalah sama dengan peraturan SK SNI T15-1991-03, perbedaannya hanya pada faktor reduksi kekuatan dan prosedur perhitungan struktur gedung tahan gempa ( seismic design ). Perbedaan faktor reduksi kekuatan tersebut ditampilkan dalam tabel berikut :

Tabel phi ACI318 vs SNI91

.

Sedangkan hasil output desain merupakan luasan kebutuhan tulangan, lebih mudah digunakan standar pemnulangan seperti tertera tabel berikut.

tabel_tul01

Tabel Pembesian Tulangan Pelat Lantai,Pondasi,Tangga

tabel_tul021

Tabel Pembesian Tul. Pokok untuk Balok/Kolom

tabel_tul03

Tabel Pembesian Tul. Begel untuk Balok/Kolom

Ada kemampuan desain tambahan pada SAP2000 versi 9 keatas, yaitu desain balok beton terhadap torsi/puntir.

About these ads
Explore posts in the same categories: Sipil/Struktural

44 Comments on “SAP2000 – Perbedaan Faktor Reduksi Kekuatan ACI318 vs SNI91”

  1. adi Says:

    saya sangat setuju dengan web site ini,,dan sangat berguna.
    mohon di bahas pengaruh gempa,dengan 6 zona yang berbeda pada program sap ini, serta pengaruh terhadap analisa waktu bangunan ,untuk studi kelayakannya pada periode tertentu.
    terimakasih

  2. syont Says:

    Dalam SAP2000 V7-10 perencanaan bangunan tahan gempa tidak dijelaskan secara rinci hanya kontribusi massa akibat beban mati dan hidup saja (perhitungan waktu getar gedung dgn cara statik eqivalen & dinamis saya belum pernah mengujinya, namun kemungkinan besar alogaritma yg digunakan sama dengan ETABS (silahkan coba verifikasi) seperti fasilitas Section Designer yg mulai dimasukan pada V8, Manuals CSI SAP200 menyebutkan untuk merujuk pada ETABS Manuals. Mengenai Waktu Getar Gedung, dalam ETABS Manuals diijelaskan nilai Waktu Getar Gedung (T) yang digunakan antara hasil Analisa Statik Eqivalen dan Dinamis (Mode Dominan).

    Hal yang perlu diperhatikan dalam peninjauan portal Beton Bertulang terhadap pengaruh gempa adalah rduksi dari Inersia penampang Elemen balok dan kolom, saya menganjurkan untuk merujuk peraturan FEMA 273,IBC 2003 atau ATC40, faktor reduksi tersebut berkisar 0,5 s/d 0,8. Indonesia dibagi dalam berbagai zona gempa kecil sampai besar, untuk zona gempa kecil s/d sedang dianjurkan menggunakan system struktur dgn daktilitas TK.1/2 sedangkan untuk daktilitas tk.3 (full ductility) digunakan untuk bangunan yg didirikan didaerah gempa kuat. Pada perencanaan dengan dak.3 momen rencana yang digunakan akan lebih besar karena pengaruh Momen Kapasitas Balok dan Kolom.

    Mengenai study kelayakan struktur selama pemakaian, biasanya bangunan direncanakan untuk masa pakai 50th dgn gempa yang ditinjau periode ulang 500th. Semakin lama gempa ulang tahunan yang digunakan (misal 1000-1500 thn) maka desain elemen yang diperlukan akan semakin besar kebutuhan kekuatannya (mungkin boros). Kelayakan struktur atau biasa disebut batasan kemampuan layan (serviceability limit state) merupakan tingkat kerusakan element struktur yang biasanya erat dengan defleksi struktur pada suatu lantai. Bila memang perlu mengetahui kelayakan struktur, perlu adanya analisa nonlinear (tingkat kesulitan tinggi) seperi static pushover ataupun nonlinear dynamics analyis untuk mengetahui pola runtuh bangunan (contoh refferensi dapat dilihat pd jurnal Univ. Pelita Harapan diakses melalui sipil-uph.tripod.com) atau dapat dilihat pada jurnal lain yg sudah ada seperti Jurnal Teknik Sipil UGM.

    Ada beberapa catatan penggunaan SAP2000 dlm format PDF yang ingin disampaikan melalui web ini, mungkin dalam waktu dekat. Terimakasih.

  3. daniel Says:

    saya ingin tau lebih banyak ttg sap2000

  4. afrizal alexander marpaung Says:

    saya ingin tau lebih banyak ttg sap2000

  5. syont Says:

    “””ingin tau lebih banyak tntg SAP2000
    wah apanya ya, saya aja belum tahu semua ttg SAP2000 kalo mau jelasin bagian mananya? saya juga ngga tahu sdr Daniel dan Afrizal sudah tahu apa saja ttg SAP2000. malah bisa jadi saya yg tanya ke sdra :)

  6. Edi Supriyanto Says:

    Saya sendiri sangat susah mencari buku2 seperti SAP. Apa orang2 sipil pada malas menulis yah??? Kalau dibandingkan dengan buku2 seperti Autocad kalah jauh, hampir tiap versi baru ada bukunya. Untuk buku2 SAP paling saya temui nama Handi Pramono.

  7. syont Says:

    Ya, menurut saya nulis buku ttg penggunaan program seperti SAP itu susah. karena perlu banyak pertimbangan dalam penyampaian materi. Karena hubungannya dengan pemodelan struktur yg mempunyai peranan penting, setiap engineer saya pikir akan berbeda-beda berdasarkan pengalaman serta kemampuannya serta kesempatan. Saya aja belum berani ngebahas semuanya, ya karena masih belum tau semua element library serta kemampuan analisa pada SAP2000.

    Kalo buku seperti AutoCAD sih dari versi DOS sampe Windows 2000-2007 keliatannya ga beda jauh, cuman ada tambahan2 aja. tetap pada prinsip penggunaannya masih sama. Kalo dibilang kenapa banyaknya buku terbitan yg beredar, ya karena tuntutan pasar saja kali. Sama saja dengan buku MS Windows dari versi 95, 98, Me, 2000, XP ga beda jauh, sebenarnya pengguna bisa belajar sambil jalan :)

    Buku SAP yang pertama saya pelajari justru yg versi DOS yaitu SAP90, saya belajar dari buku Perkumpulan Mahasiswa Aplikasi Komputer Sipil UNDIP dan dari Bpk. Haryanto Yoso Wigroho (“Analisa Struktur Frame dgn SAP90″) trus lebih lanjutnya Manuals dari CSI. Kalo GUI pada pada SAP2000 saya diawali dari buku Bpk. Haryanto juga tapi yg SAP2000 terbitan thn 2002, saya liat masih ada ko di Gramedia Jawa Tengah. Bagus, namun verifikasi/perbandingan serta pengantar teori dan desainnya saya rasa masih kurang mungkin karena batasan jumlah halaman (fix penerbit) dan hubungannya dengan harga jual tentunya :) . Bukunya pak Wiryanto D. banyak menyampaikan aplikasi dan perbandingan serta latar belakang teori. Oo ya terbitan edisi baru katanya bulan ini beredar, anda sudah tau ?

    Itu saja dulu pa, salam. Terimakasih.

  8. darwin Says:

    bagi teman2 yg menunggu buku sap 2000, saya anjurin nunggu bulan april ’07 ini. rencana kira2 minggu ke 3-4 akan terbit buku pak Wiryanto dgn penerbit elex media.
    utk keterangan lebih lanjut http://wiryanto.wordpress.com/
    belum ada buku yg selengkap dan sedetail buku p.wir dalam bahasa indonesia saat ini.

  9. Ferry Hattawidian Says:

    Tolong di beri pencerahan (Baru di struktur) , bagaimana caranya mengakali biar faktor reduksi nya sesuai dengan SNI… soalnya program struktur yang lain menggunakan ACI (tentunya)… contohnya STAAD atau SANS…. apakah dengan menggunakan mengakali reduksi beban (tp bagaimana dengan beban tulangan geser)…

  10. syont Says:

    Kalo strength reduction factor sudah di fix dari pembuat software itu jadi susah karena tidak bisa secara langsung merubah/menambahkan load factor pada kombinasi pembebanan untuk ngakalin/menyesuaikan. Kalo dipaksaain sih bisa tapi perlu ditinjau satu-persatu per beban kombinasi, dengan prinsip :
    phi. Rn > Ru
    ya dari ngotak-ngatik rumus pegangan tersebut ntarnya ketemu, saya udah coba cukup panjang juga. O ya yang itu untuk perencanaan struktur beton non seismic, kalo yg tahan gempanya Indonesia SNI lebih banyakan cenderung ke peraturan NZS ketimbang ACI.

  11. Rosyid Says:

    Apakah SAP2000 atau ETAB sudah memperhitungkan fakjtor pembesaran momen (memperhitungkan kelangsingan kolom) ? Terima kasih

  12. syont Says:

    Moment Magnifier Method, for sway or braced? Jawabannya bisa YA bisa TIDAK. software (SAP2000/ETAB etc) itu hanya alat gimana kitanya yg ngasih command.

  13. hendry Says:

    perhitungan basement penggunaan Sap bagai mana mas syont,
    terima kasih

  14. syont Says:

    Perhitungan dinding basement bisa pake element shell (bending+axial) biasanya beban yg dominan dari tekanan tanah setinggi dinding (bending). kalo bedanya ya, pelat dinding selain nerima gaya momen juga ada gaya aksial pengaruh dari beban lantai diatasnya. itu jiga dinding basement full setinggi kolom, namun jika cuman 1/2~3/4 Hk gaya aksialnya kecil karena beban didistribusikan ke kolom (melalui balok) bukan ke dindingya lsg. o ya ada tambahan untuk momen akibat design eccentricity. setahu saya rujukan untuk analisa itu dri BS, coba aja liat2 buat pembanding. kalo desain RC wall nya ada tuh dari ACI, yg contoh catatan OOo goalseek juga sya lagi desain struktur gituan buat GWT.thx

  15. t3ko Says:

    Mas Syont, bisa terangin saya mengenai teori gempa. pada sap2000 itu ada istilah “response septrum” dan “time history function” , kemudian bagaimana cara mudah pada sap2000 mencari pusat masa dan pusat kekakuan.

  16. syont Says:

    respons spectrum itu merupakan normalisasi respons SDOF dari beberapa gempa tercatat, pembanding nilai percepatan gravitasi (g). karena data gempa yang dimasukan banyak, maka disitu mengunakan statistik.
    tiap negara akan berbeda. NZS setahu saya membuat perbedaan kurva respons pengaruh daktilitas struktur, R. Park (1991).
    Sedangkan time history, merupakan grafik percepatan tanah pada suatu gempa yang tercatat pada arah dan jarak tertentu. kadang perlu ditinjau penuh semua arah (multiple support excitation).
    SAP2000 v7 (Student) belum bisa menghitung langsung secara cepat, kalo yg V10/11 mungkin sudah mampu cepet/langsung. yg perlu diperhatiin menentukan batasan lantai yg rigid diapraghm, kalo disitu ada void.

  17. t3ko Says:

    Mas, saat ini saya sedang mempelajari sap2000 dengan ver.10…. saat belajar saya jadi ketagihan untuk mencari tahu lebih (agar bisa pinter seperti Mas Syont ini). Tolong jelasin bagaimana menentukan titik pusat masa dan pusat kekakuan yang mudah dg Sap2000 ver.10 itu …

  18. ardana utama Says:

    saya mau tanya nih tegangan dalam bangunan gedung untuk dinding geser (lift) tegangan apa aja yang terjadi

  19. Adrian Says:

    Saya cuma mau menyampaikan salut & kagum luar biasa atas pengetahuan Mas Syont yg komprehensif dan sekaligus luas di bidang teknik sipil terutama struktur maupun ilmu komputer yg ‘engineering related’….saya ingin sekali pny skill khusus seperti anda…bkn buat apa2…buat kepuasan aja..keep on striving for the best mas Syont..

  20. syont Says:

    :) yup.. never stop questioning the answers.

  21. memata Says:

    mas, saya kepengen banget belajar SAP 2000 secara otodidak…gimana caranya ya selain punya buku………….soalnya saya kepengen merencanakan gedung dan cita-cita saya tuh pengen banget jadi perencana……

  22. syont Says:

    otodidak ?? hmm.. sya pikir semua orang awalnya begitu ya, khan developer CSInc ga ngirim tentor ke Indonesia buat ngajarin, paling setumpuk manualnya :) disertakan dalam CD, kalo dulu SAP90 susah.. saya aja copy dari temen reff manualnya, tebel habis banyak.ga sia2 saat migrasi ke SAP2K tinggal pelajari GUI aja pluss other capabilities.

  23. Lambutan Sinaga Says:

    guru, saya mau tanya, gimana caranya design tulangan pada slab dgn sap 2000. kalo beam kan bisa ketemu luas tulangannya. nah kalo slab gimana?? thanks.

  24. syont Says:

    i’m not a teacher :( desain pelat beton dari elent plane/plate/shell di SAP ga bisa langsung seperti elemen frame (balok/kolom). momen rencana harus diproses lanjut dari hasil force titik node, kemudian diambil selebar tertentu (strip) misal 1/4L/1/2L bentang tegaklurusnya.

  25. Lambutan Sinaga Says:

    Mr. syont. Maksudnya di proses lebih lanjut seperti apa?? apakah dilanjutkan dengan hitungan manual berdasarkan momen rencana atau dihitung kembali dengan SAP2000 sebagai beam selebar 1/4L/1/2L dengan menerapkan beban momen rencana saja dan mengabaikan berat sendiri strukturnya atau bagaimana??? thanks.
    kemudian saya ingin tahu, output dari analisis slab kan ada 3. (1. element forces area shells, 2.element joint forces area shells, 3.element stressed area shells) untuk point 1 & 2, masing masing memiliki momen. yang pertama moment area (M11,M22,M12, MMax, MMin), dan yang kedua moment joint (M1,M2,M3). yang mau saya tanyakan: dalam design tulangan slab, untuk menentukan momen rencana, momen mana yang kita gunakan?? kalo saya biasanya pake M11 dan M22 untuk pelat 1 arah dan M12 untuk pelat 2 arah sedangkan MMax dan MMin saya abaikan. bagai mana menurut Mr. Syont?? thanks guru. I assume you as teacher for give me a solution with my problem.

  26. syont Says:

    jika ditinjau strip dgn lebar tertentu (1/2) Lx u/ middle strip, maka ada beberapa elemnt plate hasil meshing kita, dari situ dijumlahkan moment pada titik node tiap element plate (e.g M1_x,M2_y,M3_z) pertimbangan joint equilibrium. tarik garis imaginary untuk menentukan node dan element mana saja yg termasuk tumpuan/lapangan, setelah itu bagikan dgn lebar strip, maka didapat moment per 1m, untuk desain pelat beton pake prosedur biasa, kalo mau cepet langkah tadi pake spreadsheet aja.
    perhitungan tersebut mengabaikan torsi pelat M3_z, ada batasan tertentu dimana ga valid lagi. file sy ttg itu masih ada ga ya?? ntar kalo ketemu sya review dan posting.

  27. Lambutan Sinaga Says:

    Maaf Guru….aq kurang mengerti…boleh ga penjelasan lebih rinci?? ato ada ga contohnya?? di E-mail aja kalo boleh. Thanks

  28. Lambutan Sinaga Says:

    Sekalian Buat smua Penggemar artikel Mr. Suyono Nt. yang mau berdiskusi dengan Saya yang punya Problem dlm Teknik Sipil, boleh di E-Mail ke elsenaga@live.com… skalian, sapa tau pertanyaan anda bisa menambah ilmu saya juga dan ilmu bersama. Khususnya bidang Design Struktur Pelabuhan. Maaf ya Guru…nebeng dikit.

  29. syont Says:

    iya sih klo obrolin pake plain text gini jadi agak susah, perlu notes kali ya. sya lagi cari file yg dulu ttg penentuan momen rencana pelat beton, ini belum ketemu.

    wah sdr Lambutan Sinaga, kayaknya banyak pengalaman/study ttg Struktur Pelabuhan. Bikin blog juga dong, biar saya dan lainnya bisa tanya2 juga kalo ketemu struktur yang mirip bidang pelabuhan.

  30. Lambutan Sinaga Says:

    wah, jangan gitu donk guru,… kebetulan aja saya bekerja dibidang pelabuhan.. kalo buat artikel artikel tentang struktur pelabuhan sebenarnya saya juga pengen.. tapi semenata waktu saya belum ada waktu.. karna kebanyakan waktu saya ada dilapangan mungkin saya lebih baik nebeng aja dengan blog nya pak guru,.. karna keliatannya peminat blog ini cukup banyak.. tapi mungkin suatu saat saya juga ingin seperti guru,.. berbagi pengetahuan. thanks

  31. Popo Says:

    Mas mo nanya, bagaimana pemodelan spring damper pada sap 2000. Saya lagi mencoba mempelajari Tuned Mass Damper pada struktur dynamis.Bisa dibantu?

  32. syont Says:

    sorry i’m not expert ?? or maybe i didn’t interest, kalo sdah material/elemnt struktural yg high end technology seperti damper atau beton prestress, frp etc. tnks.

  33. reysa Says:

    Mas, Mau tanya . Bagaimana memberi input yang benar untuk gempa statik? juga penempatan gaya gempa tipa lantai tersebut hingga bekerja pada titik tangkap gaya geser(kekakuan) pada program SAP2000 ?

    salam
    reysa

  34. aden Says:

    pak guru kalo dijakarta kursus SAP yang bagus dan kira2 mempunyai pengajar yang baik dan gak killer kaya jaman kuliah dimana ya? apa ada buku yang bener2 lengkap dari awal sampai dengan kita dikasih contoh mengerjakan sebuah gedung/ruko beserta gempanya dan pembacaan outputnya?

    terima kasih

  35. syont Says:

    lembaga kursus gitu ya maksudnya, ngga tau ada pa ngga.buku yang bagus, yang anda sudah punya apa aja?
    contoh desain gedung ada dibuku2 terbitan. kalo yg pembacaan output, ngga gampang. output analisa atau desain, kalo output analisa element apa? frame/shell. nah kalo output desain ini lebih rumit lagi, desain apa steel/conc, pake code apa, struktur jenis apa balok,kolom,slab,dll. kalo sya banyakan contoh yg sy cri ga da dsitu, daripada gw blank mending bikin contoh sendiri :) jadi kyak journey gitu.

  36. drafter Says:

    Tolong donkk..

    gimana caranya menganalisis gedung 60 lantai pake tuned mass damper menggunakan ETABS??

    bingung nih…

  37. student Says:

    Pak, saya mau tanya tentang disain shell element di SAP2000.
    Kalau kita sudah dapat M11 dan M22 (shell element) di sap2000, kemudian saya mau mendisain slabnya. Misalnya, saya mendapatkan momen 50 kNm/m kemudian waktu saya hendak mendisain slab (one way slab), apa bisa saya asumsi bahwa mempunyai lebar 1 meter sehingga saya akan mendapat tulangan per m width ?
    Intinya, 50 kNm ini mempunyai cross section 1 meter x tebal slab.
    Terima kasih.

  38. syont Says:

    Desain slab OneWay sih ga perlu pake SAP2000 beserta m11, m22 dan m12 nya. ditinjau aja simple/fixed beam atau approximate dah ketauan.

    … per unit length, iya tergantung yg anda tentuin unitnya apa. Kalo PBI sih lebar stripnya ditinjau per 1 m, kalo code ACI ditinjau per lebar strip middle/column jadi komulatif yang kemudian dirata2kan (average strip moment).

    o ya jika anda gunakan nilai m11 dan m22 tadi artinya momen yg dipake yg terbesar (peak) jadi krg cocok kalo pake lsg buat aplikasi desain pelat beton bertulang. check juga pengaruh besarnya m12.

    • student Says:

      Sebenarnya saya menggunakan sap2000 untuk mendisain water tank yang bentuknya irregular dan free standing staircase (tanpa support di mid-landing), jadi saya ingin mengetahui berapa besarnya peak moment di shell element yang terjadi. Saya mengerti bahwa biasanya kita mendisain berdasarkan “average” moment, karena jika mendisain berdasarkan peak moment maka hasilnya terlalu konservatif dan boros. Cuman saya ingin mengetahui konsep dari output sap2000 ini.
      karena berdasarkan pengertian saya “per unit length” ini berbeda dengan “per unit width”. contohnya begini, kalau dari output sap2000 (kontur) besarnya momen m11 adalah 50 kNm, ini kan artinya 50 kNm ini bekerja per 1 meter paralel axis 2. Yang menjadi pertanyaan saya adalah, berapa lebar strip yang harus saya pakai untuk mendisain reinforcement saya ? apakah 1 meter juga (unit yang saya pakai kN,m,C) atau menggunakan lebar dari kontur yang 50 kNm tadi.
      note: pada free standing staircase, akan terjadi concentrated stress di slab dekat tumpuan. pada kontur sap2000 saya lebar dari m11 yang 50 kNm tadi cuman 0.4 meter saja. Karena itu saya merencanakan untuk memberikan tulangan lebih di area dengan concentrated stress tersebut (seolah-olah terdapat beam dengan thickness sama seperti slab–strip beam) sehingga tidak terjadi excessive crack.
      saya agak kesulitan mendeskripsikannya pak, harap dimaklumi.
      Kalau untuk flat slab atau normal slab biasanya saya pakai SAFE. Kalau di SAFE kan kita bisa menentukan berapa lebar dari strip yang ingin kita pakai, kemudian SAFE akan meng-”average” moment sehingga kita bisa melihat strip force-nya.
      Terima kasih sebelumnya pak.

  39. syont Says:

    konsentrasi tegangan juga ngga cocok buat desian beton bertulang, ini dapat dilihat misal dari seberapa besar konsentrasi tegangan pada pertemuan spandrel beam dgn shearwall kalo keduanya dimodelkan dgn element shell.

    kenyataannya dasain pelat beton tangga layang metode dari Drant Sautzer (jurnal ACI 196x) yg sya inget ngga memperhitungkan konsentrasi tegangan (moment) tersebut pembesiannya didistribusikan merata selebar pelat tangga. nanti sya liat2 lagi :) kayaknya bagus juga ya dibahas n posting.

    ada per length units trus per unit of in-plane length kalo dgn width?? bedanya dimana ya. kalo tadi pake resultan momen m11,m22,m12 itu per unit of in- plane length. sya sih biasa pake nodal reactive force element shell yg ditinjau M1,M2,M3 coz lebih 2dapoin memenuhi equilibrium dan lagi kebanyakan kasus desain pelat beton twist nya kecil diabaikan. hasil yg didapet total moment along strips, trus dibuat jadi per length units sesuai desain PBI yg ditinjau per 1 m’ lebar.

    kalo anda acuannya resultan tadi m11 ya disesuaikan dgn lebar elemen nya, ambil nilai terbesar lalu dikalikan nilai width tsb menjadikan total momentnya. coz yg diambil sebagai pengali nilai yg terbesar makanya sya bilang peak values ngga cocok buat beton bertulang.

    • student Says:

      Thanks buat penjelasannya pak. saya malah ga tau kalo ternyata ada yang namanya nodal reactive force itu pak, ntar saya coba liat lagi feature ini.
      Btw, bagaimana anda biasanya memodelkan shear wall, transfer beam, dan kolom di bawah transfer beam tersebut (dgn etabs atau sap) ? apa dimodelkan sebagai shell element semua (tapi akan menghabiskan banyak waktu untuk me-run analysis) ato cmn wall (pier) serta transfer beam (spandrel) saja yang dimodelkan sbg shell ?
      Terima kasih

  40. syont Says:

    iya ada resultan moment dan nodal reactive force, kalo yg resultan sensitif thd mesh yg digunakan sedangkan yg nodal ngga ‘coz equilibrium tadi.namun perlu diperhatikan kontribusi twist, bisa gak valid kalo lumayan besar.

    model shearwall tergantung jenis 2d wall (plane) atau bentuk 3d shell (misal box, L atau U-shapes). kalo bisa 2d ya wall sama beam nya pake element 1dim (frame) namun untuk daerah yang overlapnya pake terapan constraint untuk representasi rigid zone. Jika bentuk 3d ya wall nya pake element 2dim (shell) beam nya pake element 1dim (frame) ada juga sih 3d shearwall bisa dianalisa dengan element 1dim frame analisa 2d dengan memperhitungkan ekivalensi kekakuan dan penempatan pegas cuman lebih banyak step nya. file sya kselip dimana ya yg ttg itu?? kudu cari dulu nih. trim’s


  41. [...] Perbedaan Peraturan Perencanaan Beton Bertulang SK SNI T15-1991-03 dengan ACI 318-99. Pada penggunaan program SAP2000 untuk perencanaan struktur beton bertulang secara default faktor reduksi kekuatan dengan peraturan ACI 318-99 ditentukan sebagai berikut. Keterangan : – The strength reduction factor for bending and tension. phi = 0,9 – The strength reduction factor for axial compression when phi = 0,7 the member has tie reinforcement. – The stren … Read More [...]

  42. sobah Says:

    mas, saya mau tanya. saya ada problem saat ada perbedaan analisis maupun design pada sap2000 dr berbagai versi. contohnya saya memakai sap2000 v10 dan v14


Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: