gaya rencana minimum untuk balok sloof

balok sloof atau lainnya biasa disebut tie-beam dan ground-beam/grade beam merupakan balok yg terdapat pada struktur bawah (sub-structure) tertanam dibawah permukaan tanah, berfungsi utama untuk menerima beban dinding (jika ada), mengikat antar pondasi dan kolom akibat gaya lateral serta lainnya adalah untuk meratakan beban ke pondasi. akibat beban dinding dapat diketahui kebutuhan dimensi dan penulangan secara langsung, begitupula kombinasi dengan beban lainnya seperti gempa. adanya gaya lateral menjadikan balok berfungsi sebagai pengikat sehingga diperlukan tulangan tarik yg kebutuhannya sesuai gaya tarik ultimit yg bekerja. desain pondasi (dimensi tapak atau jumlah pancang) perlu direncanakan secara proporsional sesuai gaya yg bekerja untuk mencapai penuruan seragam dan menghindari perbedaan penurunan yg berlebih, namun ini tidaklah mudah dicapai karena adanya dua peninjauan beban rencana yaitu kombinasi beban tetap (D+L) dan sementara (D+L+E/W) selain penyebab tsb adalah perbedaan kedalaman tanah keras dan non-homogenitas tanah dibawahnya dan lainnya faktor kemudahan pelaksanaan misal dimensi tiang pancang  yg disamakan.

 

2017-11-14 00_30_19-

(source: Fleming, 2002)

permasalahan terakhir hubungannya dengan gaya internal akibat perbedaan penurunan pondasi (differential settlement) karena tingkat ketidakpastian diatas maka sebaiknya sub-structure direncanakan secara over-design dan ini sudah sesuai dengan peraturan desain yg menentukan tetap dalam kondisi elastis. adapun nilai batasan perbedaan penurunan untuk struktur umumnya berkisar antara L/200 sampai L/600. sedangkan penurunan pondasi itu sendiri disebabkan oleh penurunan segera, konsolidasi utama dan sekunder. perbedaan penurunan adalah selisih penurunan dari dua buah titik kolom pondasi yg ditinjau.

2017-11-14 03_05_49

(source: University of Melbourne – Geomechanics Text)

2017-11-14 03_04_07

diatas adalah hasil penelitian hubungan grafik antara nilai perbedaan penurunan maksimum dgn nilai distorsi sudut maksimum.

berikut hasil perhitungan dan penelitian perbedaan penurunan pondasi dari salah satu gedung di Jepang,

2017-11-14 03_55_43-

(source: Aoki et al, 1993)

2017-11-14 03_51_39-

rujukan pustaka (1),

2017-11-14 00_36_02-

(source: Ricerri et al, 1985)

2017-11-14 01_31_57-

(source: Skempton et al, 1974)

2017-11-14 01_35_29

(source: Bjerrum, 1963 & Mayerhof, 1979)

rujukan pustaka (2),

2017-11-14 00_30_45-

(source: Fleming, 2002)

.

2017-11-14 00_29_21-

.

2017-11-14 00_31_15

(source: Fleming, 2002)

.

rujukan pustaka (3),

2017-11-14 01_39_24-

(source: Sowers, 1962)

2017-11-14 01_40_57-

(source: Bjerrum, 1963)

rujukan pustaka (4),

2017-11-14 01_57_12-

(source: USACE, 1994)

rujukan pustaka (5) khusus struktur atas tangki baja,

2017-11-14 03_23_53

(*1ft = 0.3048m)

(source: API 653, 1995)

Berikut ini ditinjau gaya rencana balok sloof serta estimasi awal kebutuhan dimensi tinjauan kegagalan geser, dimensi kolom diambil 30x30cm dgn tinggi 1.0m, gaya reaksi pada kolom tidak diperhitungkan.

sloof2

 

hasil analisa struktur (1),

2017-11-14 02_04_13

.

2017-11-14 02_05_58.

2017-11-14 02_05_38

hasil analisa struktur (2),

2017-11-14 02_11_13

.

2017-11-14 02_11_37-

.

2017-11-14 02_12_01-

.

2017-11-14 02_12_16-

.

perbandingan dengan hasil analisa struktur hanya terhadap beban gravitasi saja,

2017-11-14 02_18_41

.

2017-11-14 02_16_39

.

2017-11-14 02_17_18

.

2017-11-14 02_17_03

.

masalah penurunan dan pergerakan pondasi merupakan spesifik dari Geoteknik namun perencana struktural perlu mengetahui hubungan keadaan tersebut dengan struktur diatasnya, pada desain struktur bangunan tinggi atau bentang panjang dilakukan oleh bagian perencana  yg berbeda, pengetahuan dasar akan perkiraan awal dari perilaku pondasi dan tanah akan berguna dalam mendesain struktur atasnya.

Advertisements