SAP2000 v11, tambahan apa yang baru ?

CSi telah mengeluarkan software SAP2000 versi terbaru yaitu V11, ada banyak update namun yang menjadi perhatian saya adalah kemampuan design beton bertulang pada element SHELL. Adapun metode design yang digunakan adalah mengadopsi dari “Optimum Design of Reinforced Concrete Shells and Slabs” by Troel Brondum-Nielsen, Technical University of Denmark, Report NR.R 1974 dan “Design of Concrete Slabs for Transverse Shear,” Peter Marti, ACI Structural Journal, March-April 1990 dengan prinsip meninjau lapis luar sebagai penahan teg lentur serta lapis dalam sebagai penahan teg. membrane dasar mengkonversi 6 tegangan yang terjadi ( 3 tegangan membrane f11, f22, f12 dan 3 tegangan bending/twisting m11m22m12 ) menjadi equfalensi hanya tegangan membrane arah utama saja.

sap200rcshell1.jpg

(Computers and Structures Inc., 2006)

Berbeda dengan metode perencanaan pelat beton bertulang dengan cara Force Method (Section Cut) yang hanya memperhitungkan teg lentur M11 dan M22 namun metode yang diadopsi oleh SAP2000 tersebut  lebih mirip dengan metode Wood & Armer seperti yang diadopsi software PCAwall/PCAmat, LUSAS, FEM Designer atau GTStrudl.

Mengenai metode perencanaan beton bertulang pada element SHELL  yang digunakan SAP2000, dapat dilihat pada Technical Notes berikut :
 s-tn-rcs-general-001-1.pdf

4 thoughts on “SAP2000 v11, tambahan apa yang baru ?

  1. Tips untuk FEM plate element – Reinforced Concrete Slabs (***Portland Cement Association, 1988)

    “While the use of finer meshes will generally produce more accurate results, it will also require more solution time, computer memory, and disk space. ”

    saya pernah menghabiskan waktu berjam-jam (PIII Ram 256MB)saat menganalisa pelat slab dgn representasi kekakuan kolom atas dan bawahnya dengan element solid.

    “Elements with length or width about 1.5 times the thickness and with aspect ratios (length/width) near unity are generally expected to produce accurate results for regions having gradual changes of curvature.”

    misal jika menggunakan tebal pelat 12 cm, maka berdasarkan rekomendasi tersebut pias elemen hingga berkisar 20 cm sehingga untuk panel pelat 5 m x 5 m akan ada 25 pias tiap arahnya (belum ditambah kebutuhan pias untuk pertemuannya dengan kolom, setidaknya 2 bh)

    “For slab regions where heavy concentrated forces are applied and where drastic changes in geometry exist, the use of finer element meshes may be required. Thus, in order to obtain a practical as well as an accurate analytical solution, engineering judgment must be used.”

    konsentrasi tegangan dalam analisa slab biasanya pada tumpuan kolom (beam/slab to column element overlap) rigid area, ini dapat dihindari dengan fasilitas joint constraint (Slaved DOF’s) yg pada prinsipnya dengan mengeset translasi Dz atau Rotasi Rx, Ry pada suatu group joint dibuat menjadi sama.

    untuk kondisi pelat berlubang terutama bagian sudut, lebih baik menggunakan manual mesh transition dibandingkan menggunakan fasilitas auto constraint. quadrilateral mesh transition pada SAP2000 biasa saya gunakan prinsip 1 ke 3, samping 2 hapus lalu satu geser :) ngerti sendiri aja.

  2. salam kenal, saya sudah mencoba mendisain plat lantai dengan memakai sap2000 tapi analisisnya selalu error. Mohon penjelasannya sekaligus tutorial desain plat lantai dan tangga. Terima kasih

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s