modifikasi kekakuan ujung balok & kolom

pada program analisa struktur portal/frame versi keluaran lama awalnya perhitungan gaya internal balok & kolom didasarkan bentang bersih dengan mengabaikan kekakuan daerah pertemuannya (joint). hal yg memungkinkan pada saat itu adalah dengan melakukan modifikasi kekauan ujung elemen balok untuk memodelkan atau mewakilkan keadaan kondisi end rigid zone, semi-rigid connection dan release rotasi untuk misal balok baja sekunder (anak). modifikasi kekakuan biasanya melalui perubahan faktor pengali atau pembagi dari properties penampang dengan peningkatan atau penurunan nilai inersia sumbu kuat atau sumbu lemahnya.

2016-07-12 20_49_23-

gambar diatas adalah portal sederhana dua dimensi dengan beban lateral & gravitasi, material beton dimensi balok kiri (30x50cm) dan balok kanan (30x80cm) kolom kiri & tengah (40x40cm) dan kolom kanan (40x100cm).

ditinjau model pertama (1) semua tanpa modifikasi

2016-07-12 20_55_10-

Nodal Displacements:
Dx = -7.114e-001 mm
Dy = -8.452e-002 mm
Rz = 6.627e-004 rad

2016-07-12 20_56_47-

Bending Moment Diagram (kN*m)

2016-07-12 20_57_54-

Shear Froce Diagram (kN)

2016-07-12 20_59_14-

Axial Force Diagram (kN)

ditinjau model kedua (2) modifikasi kekakuan dengan meningkatkan modulus elastisitas daerah end rigid joint menjadi 100x

2016-07-12 21_02_01-

Nodal Displacements:
Dx = -8.457e-001 mm
Dy = -7.713e-002 mm
Rz = 6.101e-004 rad

2016-07-12 21_02_57-

Bending Moment Diagram (kN*m)

2016-07-12 21_03_54-

Shear Froce Diagram (kN)

2016-07-12 21_04_25-

Axial Force Diagram (kN)

ditinjau model ketiga (3) semua tanpa modifikasi kecuali balok kanan, kedua ujungnya dilakukan modifikasi kekakuan dengan menurunkan modulus elastisitas daerah end release joint menjadi 0.01x atau 1/100

2016-07-12 21_10_07-

Nodal Displacements:
Dx = 6.877e-001 mm
Dy = -7.939e-002 mm
Rz = -1.680e-004 rad

2016-07-12 21_11_28-

Bending Moment Diagram (kN*m)

2016-07-12 21_12_52-

Shear Froce Diagram (kN)

2016-07-12 21_13_01-

Axial Force Diagram (kN)

terlihat agak rumit karena kondisi rigid end joint juga perlu dimodelkan pada kolom lebar/shearwall. dicoba contoh yg lebih sederhana modifikasi kekakuan untuk mewakilkan kondisi rotational release.

2016-07-12 21_19_44-

2016-07-12 21_20_02-

Max. Transv. Displ.: 3.255e+000 mm

2016-07-12 21_23_19-

Bending Moment Diagram (kN*m)

2016-07-12 21_24_09-

Shear Froce Diagram (kN)

modifikasi kekakuan ujung dengan merubah nilai modulus elastisitas sebesar 0.01x atau 1/100, panjang segmen balok ujung 0.01Lt atau 1/100

2016-07-12 21_27_09-

Max. Transv. Displ.: 1.149e+001 mm

2016-07-12 21_29_47-

Bending Moment Diagram (kN*m)

model lain dengan nilai modulus elastisitas 0.001x atau 1/1000 kondisi normal

2016-07-12 21_32_21-

Max. Transv. Displ.: 1.510e+001 mm

2016-07-12 21_35_04-

2016-07-12 21_36_43-

terlihat daerah pertemuan masih menerima momen sebesar ~5% namun ini sudah dapat dikategorikan jenis sambungan sendi atau simple pinned.

modifikasi kekakuan seperti diatas, hanya dapat digunakan dengan perhatian (using with caution) karena masalah numerik solver dalam komputasi. namun program FE saat ini sudah banyak yg mengggunakan advanced solver, lalu apakah hal tersebut masih menjadikan masalah (?)

**updates

analisa beam continum expansi 3D dengan elemen hingga, kondisi normal tanpa modifikasi end release

2016-07-13 02_30_40-Calculix Graphix

2016-07-13 02_31_38-Calculix Graphix

2016-07-13 02_28_44-Calculix Graphix

2016-07-13 02_29_02-Calculix Graphix

pada metode elemen hingga program bantu CalculiX elemen balok dilakukan expansi menjadi 3d continuum element, sehingga modifikasi properties penampang seperti inersia tidak dapat dilakukan. karena balok sudah merupakan element solid 3d maka yang dilakukan adalah properties materialnya yaitu modulus elastisitas, berbeda keadaannya pada analisa balok dengan program analisa struktur standard yg menggunakan one dimensional elemen perubahan material yg isotropis tidak terlihat berdampak pada stabilitas solver. pastinya tidak dengan FEM yg menggunakan element solid, perlu menggunakan material anisotropis (sumbu 1,2 &3) pada daerah end release untuk mensimulasikan tumpuan dapat menahan geser namun tidak dapat menahan rotasi.

analisa beam continum expansi 3D dengan elemen hingga, kondisi normal dengan modisikasi material daerah end release, dibuat 1/1000 konndisi material normal.

2016-07-13 03_14_27-Calculix Graphix

 2016-07-13 03_15_00-Calculix Graphix

2016-07-13 03_15_35-Calculix Graphix

2016-07-13 03_16_00-Calculix Graphix

terlihat hasilnya sudah sesuai pada defleksi dan tegangan, dimana tegangan one dimensional adalah sebesar 15.62N/mm^2 (f=M/S) hanya ada sedikit yg terlihat berbeda pada koordinat tepat di tumpuan, mungkin ini dikarenakan penentuan multi point constraint dan penggunaan element quadratic.

2016-07-13 03_18_15-Calculix Graphix

***updates

ada yg terlewat pada penentuan hubungannya modulus geser, sehingga menjadikan node titik tumpuan tidak stay plane terhubung rigid links seperti tampilan diatas. berikut setelah diperbaiki, hasilnya sesuai yg diperkirakan.

2016-07-14 01_13_50-Calculix Graphix

deformasi sejajar serat balok sumbu axis/normal antara analisa dengan tumpuan jepit dan simulasi end release menunjukan nilainya sekitar 10 kali lipatnya pada serat bawah dan atas bagian  dekat tumpuan.

perkiraan saya akan ada masalah dipemodelan portal diatas karena adanya gaya aksial pada balok. bagaimana melakukan modifikasi porperties material untuk simulasi hubungan dapat menerima tekan/tarik namun tidak dapat menerima momen (?)

**updates

2016-07-14 23_27_13-Calculix Graphix

model (1) kondisi material normal tanpa modifikasi

2016-07-15 03_06_29-Calculix Graphix

2016-07-15 03_07_38-Calculix Graphix

2016-07-15 03_08_55-Calculix Graphix

2016-07-15 03_08_12-Calculix Graphix

2016-07-15 03_11_59-Calculix Graphix

2016-07-15 03_12_47-Calculix Graphix

2016-07-15 03_12_24-Calculix Graphix

2016-07-14 22_52_51-Calculix Graphix

hasil beam 1D (Dx = -0.7114 mm)

2016-07-14 22_53_09-Calculix Graphix

hasil beam 1D (Dy = -0.0845 mm)

2016-07-14 22_57_09-Calculix Graphix

hasil beam 1D (f=6.86 N/mm^2)

2016-07-14 22_58_05-Calculix Graphix

hasil beam 1D (f=0.80 N/mm^2)

2016-07-14 23_01_06-Calculix Graphix

2016-07-14 23_01_32-Calculix Graphix

… to be added,

beam 3D continuum for model 2 & 3 of frames simulation in example above.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s