lentur balok beton dgn adanya gaya aksial

idealnya diperhitungkan dengan prosedur desain kolom, namun akan menjadi lebih rumit dan membutuhkan waktu lebih dalam penyelesaiannya, belum lagi konfigurasi tulangan yg non simetris serta ketentuan semua tulangan yg menerus sepanjang bentangan(?). peraturan beton bertulang memberikan kelonggaran dgn dapat mengabaikannya jika yg bekerja adalah gaya aksial tekan dan lebih kecil dari 10% kuat tekan balok (0.1 f’c Ag)

2016-12-29_210315

ditinjau balok sederhana diatas, ditinjau dari beberapa keadaan:

  • tanpa adanya gaya aksial
  • adanya gaya aksial tekan sebesar 5% dan 10% kuat penampang
  • adanya gaya aksial tarik sebesar 2,4 & 6 kali luas tulangan D19 kondisi leleh

interaksi dgn adanya gaya geser dan torsi belum ditinjau, berikut hasil grafis keluaran program.

kondisi tanpa adanya gaya aksial tekan atau tarik,

2016-12-29_204504

kondisi adanya gaya aksial tekan,

2016-12-29_203919

2016-12-29_203852

kondisi adanya gaya aksial tarik,

2016-12-29_203451

2016-12-29_203351

2016-12-29_202528

perilaku dan kapasitas balok dalam berbagai keadaan tersebut dapat dilihat dari grafik perbandingan kapasitas dan hubungan momen dgn kelengkungan berikut.

2016-12-29_212007

2016-12-29_205916

dari grafik perbandingan kekuatan, adanya gaya aksial tekan menjadikan kapasitas lentur meningkat sampai sebesar 10.33%, sedangkan pengaruh adanya gaya aksial tarik mengurangi sampai sebesar 26.36%. keadaan tersebut tidak selalu dianggap baik, karena peningkatan kapasitas akibat adanya gaya tekan menjadikan jenis atau pola keruntuhan yag getas atau tidak daktail.

2016-12-30_003810

2016-12-30_003350

belum lagi asumsi ini tidak selalu benar karena kebanyakan balok menyatu di cor monolit dgn pelat slab seperti yg ditampilkan hasil grafis tertera.

2016-12-30_004300

sehingga lebar effektif akan memberikan kontribusi cukup besar dalam perilakunya terutama pada momen positif yg menjadikan flens atas pelat mengalami tekan.

2016-12-29_213113

agak berbeda dgn kondisi adanya gaya aksial yg bekerja adalah tarik, walau berperilaku baik karena jenis keruntuhan daktail namun penerapan gaya aksial tarik sebesar 6 kali luas tulangan kondisi tarik hanya sedikit saja dalam mereduksi kapasitas ultimitnya, kemungkinan besar disebabkan nonlinearitas material baja tulangan pada strain hardening dan overstrength factors, ini perlu dicari penyebabnya(?) terlihat pada momen leleh (My) cukup besar selisihnya.

… to be add,

kapasitas lentur balok dgn dan tanpa adanya kontribusi gaya geser (MV-interaction)

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s