prediksi kuat geser balok beton tanpa tulangan sengkang

kelanjutan postingan sya dulu jauh sebelumnya yg mana ditinjau kekuatan geser balok beton tanpa tulangan sengkang

2017-01-02_233203

analisa dengan pilhan analisa balok secara keseluruhan,

2017-01-02_235316

2017-01-02_233335

perbandingan hasilnya dengan hasil uji laboratorium experimental oleh Perkins (2011)

2017-01-02_233246

hasil keluaran program untuk beban merata ultimit cukup kecil selisihnya atau cukup mendekati (diff~5.6%), namun pada defleksi ultimit menunjukan lebih kecil dgn perbedaan selisih cukup besar (diff~65%).

observasi lain, dengan diterapkan ulang incremental beban momen dan gaya geser tinjauan hanya pada analisa penampang.

2017-01-02_234744

2017-01-02_235017

hasilnya berbeda cukup jauh (diff~37.5%) dengan hasil uji eksperimental,

observasi lain dgn tinjauan analisa interaksi gaya geser dan momen lentur (MV-interaction)

2017-01-02_235832

hasilnya juga berbeda cukup jauh (diff~28.6%) dengan hasil uji eksperimental, perlu dicari penyebab perbedaan tersebut(?)

2017-01-03_000022

terlihat pada kondisi ini peraturan beton ACI318M-08 nilainya over estimated dalam penentuan kapasitas geser, namun tidak terlalu besar atau cukup kecil (diff~4.6%) dan nilai tersebut pastinya sudah ter cover angka aman dari faktor beban kombinasi ultimit yg direncanakan.

karena jenis analisa yg mendekati adalah full member response, maka sya melakukan observasi lain dengan diberikannnya konfigurasi sengkang kecil dgn jarak yg sangat jarang sampai dengan sangat rapat, mutu baja tulangan dibuat sama dgn tulangan pokok.

Berikuh hasil keluaran dari program prediksi beban merata ultimit, defleksi dan pola retaknya,

2017-01-03_022143

2017-01-03_022207

 

 

2017-01-03_022332

2017-01-03_022404

 

 

2017-01-03_023214

2017-01-03_023204

grafik hasil perbandingannya untuk nilai beban merata ultimit (kN/m),

2017-01-03_023704

grafik hasil perbandingannya untuk nilai defleksi kondisi ultimit (mm),

2017-01-03_025340

sebagai tambahan informasi saat dipasangkan tulangan sengkang yg rapat (s-100mm), peningkatan beban merata ultimit (kN/m) sebagai berikut

2017-01-03_031302

terlihat pembesaran diameter sengkang tidak berpengaruh besar (?) agak berbeda dengan desain beton bertulang merujuk textbook/codes, apakah disebabkan konfigurasi beban, dimensi dan/atau mutu tulangan sengkangnya. perlu dicari tahu penyebabnya, walau kemungkinan besar disebabkan dari kegagalan tulangan pokok yg sdh putus/rupture.

… to be add

using 2D and 3D nonlinear FE

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s