kolom beton dgn gaya geser bekerja dua arah

pada perencanaan sengkang kolom hal ini biasanya tidak ditempuh perhitungan resultannya karena sengkang yg digunakan jenis closed stirrups direncanakan terhadap gaya geser terbesar pada tahap pertama. karena mutu, luas dan tulangan sengkang sama kedua arah sumbu menjadikan kapasitas geser pada arah lemahnya meningkat {Vs;u min(x/y) > Vs;u max(x/y)} pada desain dgn jumlah kaki sengkang minimum, sedangkan kondisi lain perlu lebih sesuai gaya geser ultimit yg bekerja.

2017-01-03_135646

(sumber: Maekawa et al, 2003)

Kuat geser kontribusi penampang effektif beton,

Vc = 0.17 * SQRT(f’c) * bw * d

Kuat geser kontribusi tulangan sengkang,

Vs = Av * fys * d/s

contoh pada kolom K30x50cm dgn mutu beton f’c 30MPa,

2017-01-03_150912

 

grafik dgn pendekatan fungsi ellipse,

2017-01-03_150749

merujuk ke peraturan beton dari Jepang (JSCE, 2007)

2017-01-03_151029

suatu perbandingannya dgn hasil uji experimental oleh Saad etal (2014),

2017-01-03_152633

dari tabel hasil diatas menunjukan ACI318 paling konservatif (boros/aman) atau dikatakan under-estimated jika dibandingkan dgn hasil uji eksperimental.

bagaimana perbandingannya dgn peraturan Indonesia (SNI) dan simulasi numerik 3D NLFEARC?

… to be add

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s